MERANCANG TPS PEMILU UNIK DAN LAIN DARI BIASANYA MENGAPA TIDAK?
Maret 19, 2019
Baru saja kita mengadakan PILKADA Serentak 2018 untuk seluruh wilayah Indonesia. Di Maluku sendiri kita berkesempatan untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018/2023. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ketiga Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yakni Said Assagaff - Anderias Rentranubun (Nomor Urut 1), Murad Ismail - Barnabas Ornoyang (Nomor Urut 2), dan Herman Koedoeboen - Abdullah Vanath (Nomor Urut 3) sudah dipilih oleh masyarakat Maluku dalam Pilkada Serentak 27 Juni 2018 ini. Di Allang Asaude sendiri, baik TPS 1 dan TPS 2 sama-sama dimenangkan oleh pasangan calon Nomor Urut 2, disusul Nomor Urut 3, dan yang terbawah Nomor Urut 1. Tapi pada artikel ini bukan masalah perhitungan suara atau pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang akan kita bahas, melainkan Tempat Pemungutan Suara atau yang kita kenal dengan istilah TPS yang akan kita bahas.
MENGENAL TPS
Biasanya pada setiap Pemilu kita mengunjungi TPS terdekat untuk memberikan suara kepada calon pemimpin yang kita inginkan. TPS sendiri keberadaannya dibentuk oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat yang biasanya jumlahnya disesuaikan berdasarkan jumlah pemilih yang ada di suatu wilayah terkecil. Dari antara jajaran penyelenggara Pemilu yang ada, KPPS-lah yang menjadi pihak penyelenggara dan menjangkau langsung para pemilih yang ada di wilayah TPS dengan pengawasan langsung dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) wilayah tersebut. Karena merupakan penyelenggara pemungutan suara dalam lingkup terkecil, maka KPPS punya tantangan tersendiri. Tantangannya adalah harus mampu menarik jumlah pemilih terdaftar sebanyak-banyaknya di wilayah TPS agar menggunakan hak suaranya di TPS terkait. Sayangnya, tak sedkit warga negara Indonesia yang menganggap Pemilu tidak begitu penting bahkan menghindarinya termasuk sebagian warga masyarakat Allang Asaude. Alasannya cukup sederhana, yakni tidak mendapatkan surat pemberitahuan dan menganggap suaranya diabaikan si pemimpin yang lupa daratan setelah menduduki jabatan barunya.
PENGALAMAN PRIBADI DALAM MERANCANG TPS
Juni 2018 menjadi awal bagi Saya mengenal kesibukan Pemilu setelah bergabung dengan KPPS Pilkada Serentak 2018. Baru bergabung dan sudah ditetapkan sebagai Ketua KPPS untuk TPS 1 Allang Asaude. Rasanya ini tanggung jawab yang cukup berat karena hal ini terbilang baru bagi Saya. Meskipun demikian, inilah tantangan yang harus dihadapi, pikirku waktu itu. Saya sedikit termotivasi setelah mendapat respon yang baik dari orang-orang di sekitar dan merasa akan sanggup melaksanakannya setelah mengetahui lagi kalau rekan saya Usi Merry menjadi Ketua KPPS untuk TPS 2. Entah mengapa kami berdua kali ini diangkat dan ditetapkan sebagai Ketua KPPS TPS 1 dan 2.
Pada minggu kedua bulan Juni, kami mengikuti bimbingan teknis KPPS di kecamatan namun itu tidak juga membuat kami memahaminya lebih dalam. Setelah memperoleh Buku Panduan KPPS dari pihak PPS seminggu sebelum Pilkada, wawasan kami mulai terbuka dan sudah terlintas di pikiran akan seperti apa jadinya Pilkada di TPS kami nanti. Mengerti bahwa ada sejumlah pemilih yang dipastikan nantinya tidak ikut serta dalam Pilkada, timbul inisiatif kami untuk membuat sesuatu yang unik dan berbeda dari biasanya di TPS pada hari H-nya. Tujuannya tidak lain untuk menarik perhatian pemilih tetap yang tidak mau datang ke TPS, dan pemilih tambahan yang enggan datang ke TPS karena tidak mendapatkan surat pemberitahuan.
MEMBUAT TPS BERTEMA PIALA DUNIA 2018
Akhirnya muncul ide untuk membuat TPS bertemakan Piala Dunia 2018 yang sedang ramai dibicarakan. Awalnya ragu juga dengan ide TPS bertema Piala Dunia ini karena ragu akan ditolak PPS dan memang TPS bertema khusus tidak tercantum dalam Buku Panduan KPPS. Namun setelah browsing di internet sehari sebelum Pilkada, ternyata banyak juga TPS-TPS unik di seluruh wilayah Indonesia dengan tema yang berbeda-beda, termasuk tema Piala Dunia. Akhirnya kita setuju untuk menerapkan tema Piala Dunia 2018 di TPS 1 dan 2. Beragam persiapan seperti papan nama TPS, jadwal Pilkada, hingga papan nama petugas KPPS sudah dibuat dengan tema Piala Dunia 2018 sebagai strategi awal sehari sebelum Pilkada. Rencana untuk mendekorasi TPS ala Piala Dunia 2018 juga sudah dipikirkan matang-matang bahkan inisiatif untuk mengenakan kostum bola pada keesokannya harinya sudah dipersiapkan sehari sebelum Pilkada. Semua ini dilakukan demi menarik minat pemilih sekaligus mematahkan spekulasi masyarakat bahwa tidak selamanya Pemilu itu identik dengan ketegangan, perang politik, formalitas, dan kecurangan demokrasi. Sayangnya, pihak PPS dan PPL menolak penggunaan kostum bola pada saat Pilkada berlangsung sehingga membuat semangat kami sedikit buyar. Alasan penolakan adalah karena akan terlihat tidak etis ketika mengenakan kostum bola pada saat Pilkada yang bersifat formal dan resmi itu. Apa boleh buat, keputusan PPS dan PPL tidak boleh dilanggar.
Namun demikian, kabar baiknya strategi awal yang telah dibuat diperbolehkan hadir di dalam TPS sampai keesokan harinya Pilkada. Tak mengapalah yang penting nuansa Piala Dunianya masih menempel, pikir kami. Alhasil, banyak respon positif dan ekspresi 'wah' dari pemilih yang datang sekaligus heran dengan TPS kami yang berbeda dari biasanya. Kesan formal dan kaku pun seketika tersampingkan berkat nuansa TPS-nya. Pada saat Pilkada selesai terlihat di TV ternyata banyak juga TPS-TPS unik yang seluruh petugasnya mengenakan kostum bola dan ragam TPS unik lainnya. Sangat disayangkan karena TPS 1 & 2 tak sempat melakukan hal yang sama. Kalaupun menunggu Pilpres dan Pileg bahkan Pilkades nanti belum tentu bersamaan dengan momen terbesar Piala Dunia ini. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak tema lain yang unik-unikk patut dicoba untuk Pemilu lainnya, itupun kalau kami berkesempatan bergabung lagi dengan KPPS.
SISI POSITIF TPS UNIK
TPS yang dibuat unik dengan tema khusus tujuannya tidak lain adalah adalah untuk menarik minat pemilih agar datang ke TPS. Itu berarti bahwa sisi negatifnya sama sekali tidak ada selama KPPS mampu melakukan tugas dan tanggung jawab utamanya dengan baik. TPS unik selain berpotensi menarik perhatian pemilih juga memberi dampak positif yang lain seperti menekan angka golput, membuat pemilih betah meskipun menunggu lama di TPS, mendorong terjadinya Pemilu yang jujur dan fleksibel, memberi kesan kekinian dan ramah, menghibur, dan meninggalkan kesan positif. Di samping itu, TPS unik juga bisa menghilangkan rasa kaku pemilih akibat sistem formalitas yang ada, bahkan dekorasi dan kostum petugas di TPS yang unik bisa menarik minat pemilih untuk berfoto (asal tidak berfoto di bilik suara). Anda mungkin akan terkesan ketika mendapati TPS yang menyediakan bilik khusus untuk berfoto selfie. Sejumlah TPS bahkan memberikan pelayanan tambahan berupa hiburan dan games seru sesuai tema yang diterapkan. Misalnya untuk tema Piala Dunia, KPPS dapat menyediakan arena kecil untuk pemilih yang baru datang atau yang sudah selesai mencoblos untuk melakukan tendangan penalti dengan bola kecil ke gawang khusus. Bila masuk akan diberikan hadiah. Cara lain misalnya memberi sarapan gratis bagi pemilih yang datang ke TPS. Hal ini pastinya membuat pemilih merasa senang dan terhibur.
Selain untuk pemilih, TPS unik juga secara tidak langsung akan melatih kreatifitas petugas KPPS itu sendiri untuk bisa berinovasi menciptakan sesuatu yang baru dan bernilai positif bagi pengembangan diri dan bahkan banyak orang. TPS unik juga akan membuat petugas KPPS lebih ramah dan tak kalah menarik dengan TPS-TPS unik lainnya di kota-kota besar. Bahkan, dengan adanya TPS unik akan membuat KPPS dan petugas lainnya sadar akan demokrasi dan tidak terlibat tindakan kecurangan.
MACAM-MACAM TPS UNIKAda banyak sekali TPS-TPS unik yang bisa dan sudah dilakukan oleh para petugas KPPS di seluruh Indonesia sebagai berikut:
1. TPS bertema Bola dan/atau Piala Dunia
Biasanya TPS akan didesain dengan ornamen-ornamen sepak bola seperti gawang, bendera klub dan negara, spanduk Pemilu bertema sepakbola, bola kaki yang digantung, hingga lantai yang diberi karpet hijau bergaris putih seperti layaknya lapangan hijau. Petugas KPPS-nya pun mengenakan kostum bola sepert pemain bola, kapten klub, kiper, wasit, bahkan pendukung (suporter) bola. Games juga sering disematkan dalam TPS bertema sejenis ini seperti tendangan penalti dan gawang mini berhadiah.
2. TPS bertema Budaya
TPS bertema budaya sering menampilkan dekorasi budaya lokal setempat ataupun budaya daerah lain yang dinilai unik. Seringkali TPS jenis ini dapat menambahkan lebih dari satu unsur budaya yang berbeda-beda agar dapat menciptakan TPS akulturasi budaya yang menarik. Petugas KPPS-nya sudah pasti akan mengenakan pakaian adat daerah yang sudah ditentukan sesuai tema.
3. TPS bertema Horor
TPS bertema horor menjadi salah satu yang unik. TPS horor akan dihiasi dengan ikon-ikon horor dan biasanya dinding TPS akan dipasangkan kain berwarna hitam agar nuansa horornya lebih terasa. Petugas KPPS mengenakan kostum dukun dan hantu seperti pocong, vampir, kuntilanak, mumi, hingga monster.
Dengan tema ini, pemilih yang datang akan tergugah untuk mencintai bangsa dan negaranya. Pada TPS bertema nasionalisme, banyak ornamen seperti bendera merah putih, spanduk-spanduk perjuangan, hingga ruangan TPS yang dicat berwarna merah dan putih, atau kain merah dan putih yang disematkan di dinding. Petugas KPPS juga biasanya mengenakan kostum zaman kerajaan, zaman penjajahan, orde lama dan baru, atau era reformasi, hingga seragam sekolah dan sergam TNI/POLRI.
5. TPS bertema Komedi dan Hiburan
TPS yang bertema komedi dan hiburan punya banyak pilihan ide kreatif yang bisa diaplikasikan. Misalnya saja petugas KPPS yang mengenakan kostum badut, tokoh animasi, tokoh bintang film dan sinetron, dandan ala artis Indonesia dan Korea, tukar peran antara perempuan dan lelaki, hingga TPS yang didesain layaknya resepsi pernikahan namun pengantin wanitanya adalah seorang pria yang menyamar. Intinya, TPS bertema ini lebih kekinian dan lucu.
Dari kelima jenis TPS yang ada, masih ada banyak lagi TPS unik lainnya yang sudah dan dapat dilakukan. Yang pasti jangan pasang tema TPS salah momen. Intinya adalah petugas KPPS-nya harus kreatif dan inovatif dalam upaya menarik minat pemilih dengan cara mereka sendiri. Semoga bermanfaat!







Posting Komentar